Ekonomi

Bakal Ada Insentif Imbas Kenaikan Pertamax? Ini Penjelasan Bahlil

Bahlil jelaskan soal insentif imbas kenaikan Pertamax Rp16.250. Simak alasan kenaikan dan skema kompensasi.

A
Admin
· 1 min read
Bahlil soal Insentif Imbas Kenaikan Pertamax Rp16.250
Bahlil soal Insentif Imbas Kenaikan Pertamax Rp16.250

Bahlil Buka Suara soal Kenaikan Pertamax

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan penjelasan terkait wacana pemberian insentif imbas kenaikan harga Pertamax. Kenaikan harga BBM jenis Pertamax menjadi Rp16.250 per liter memicu kekhawatiran masyarakat akan beban tambahan biaya transportasi.

Pemerintah terus mengkaji skema insentif yang tepat untuk meredam dampak kenaikan harga BBM terhadap daya beli masyarakat. Insentif bisa berupa subsidi langsung, bantuan sosial tambahan, atau penyesuaian tarif transportasi umum.

Alasan Kenaikan Harga Pertamax

Bahlil menjelaskan kenaikan harga Pertamax merupakan penyesuaian terhadap harga minyak dunia yang terus melonjak akibat konflik geopolitik di Timur Tengah. Harga minyak mentah yang tinggi membuat biaya produksi dan distribusi BBM meningkat signifikan.

Pemerintah tidak bisa terus-menerus menanggung beban subsidi yang membengkak. Tanpa penyesuaian harga, anggaran subsidi BBM bisa jebol dan mengganggu fiskal negara. Kenaikan harga dinilai sebagai langkah realistis di tengah tekanan global.

Insentif untuk Masyarakat

Pemerintah berjanji akan memberikan kompensasi bagi kelompok masyarakat rentan yang terdampak kenaikan harga BBM. Beberapa opsi yang dibahas antara lain perluasan program bantuan langsung tunai, subsidi ongkos angkutan umum, dan insentif pajak untuk angkutan umum.

Menteri Bahlil memastikan detail skema insentif akan diumumkan dalam waktu dekat setelah pembahasan dengan Kementerian Keuangan rampung. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak panic buying.