Inovasi Teknologi Hijua China di Bawah Lautan
China resmi mengoperasikan pusat data (data center) bawah air bertenaga angin pertama di dunia yang berlokasi di lepas pantai Shanghai. Proyek ambisius ini menandai langkah besar dalam pengembangan infrastruktur digital yang ramah lingkungan.
Data center tersebut menggunakan energi angin laut untuk menjaga sistem pendingin dan operasional tetap berjalan efisien. Teknologi ini memanfaatkan turbin angin bawah laut yang menghasilkan listrik secara berkelanjutan tanpa mengandalkan sumber energi fosil.
Kebutuhan akan pusat data yang terus meningkat seiring pertumbuhan kecerdasan buatan dan cloud computing membuat inovasi seperti ini sangat relevan. Dengan menempatkan data center di bawah laut, China berusaha mengatasi keterbatasan lahan di daratan sekaligus memanfaatkan suhu air laut yang alami untuk proses pendinginan.
Proyek ini juga menjadi bagian dari strategi China untuk mencapai target net zero emission di tahun 2060. Penggunaan energi terbarukan dalam operasional data center menjadi langkah konkret dalam mewujudkan komitmen tersebut.
Negara-negara lain dilaporkan tengah memantau perkembangan proyek ini sebagai referensi untuk pengembangan serupa di masa depan. Potensi replikasi teknologi ini di wilayah pesisir lainnya dinilai sangat menjanjikan.