Kru Artemis III Resmi Diumumkan
Badan Antariksa Amerika Serikat NASA resmi mengumumkan empat astronaut yang akan menjadi kru misi Artemis III. Misi ini merupakan langkah krusial dalam Program Artemis yang bertujuan mengembalikan manusia ke Bulan. Keempat astronaut tersebut terdiri dari tiga astronaut NASA dan satu astronaut dari Badan Antariksa Eropa ESA. Pengumuman ini menjadi sorotan dunia karena misi Artemis III akan menjadi batu loncatan penting sebelum pendaratan manusia di Bulan yang direncanakan pada misi berikutnya.
Tiga astronaut NASA yang terpilih adalah komandan misi Randy Bresnik, serta spesialis misi Frank Rubio dan Andre Douglas. Sementara satu astronaut lainnya adalah Luca Parmitano dari ESA yang akan bertindak sebagai pilot dalam misi ini. Mereka semua memiliki latar belakang rekayasa teknik dan pilot penguji yang mumpuni untuk menjalankan tugas kompleks di luar angkasa.
Profil dan Pengalaman Keempat Astronaut
Randy Bresnik merupakan veteran penerbangan pesawat ulang-alik dan kapsul Soyuz. Pengalamannya yang luas di luar angkasa membuatnya dipilih sebagai komandan misi. Frank Rubio memegang rekor penerbangan luar angkasa tunggal terlama oleh astronaut Amerika Serikat setelah menghabiskan 370 hari di Stasiun Luar Angkasa Internasional ISS. Andre Douglas memiliki keahlian teknis spesifik yang dibutuhkan untuk misi ini, sementara Luca Parmitano membawa pengalaman luas dari ESA dalam berbagai misi internasional sebelumnya.
Kami sungguh merasa terhormat sebagai awak misi yang dipercaya untuk melaksanakan misi Artemis III di luar angkasa ini, kata Bresnik dalam pernyataan resminya. Menurut dia, misi kali ini dapat menjadi penghubung antara misi Artemis II dan Artemis IV. Seluruh kru yang terpilih telah melalui seleksi ketat berdasarkan kebutuhan misi, linimasa pelatihan, ketersediaan, serta keahlian teknis spesifik.
Rencana dan Tahapan Misi
Misi Artemis III dirancang sebagai langkah awal sebelum manusia kembali mendarat di Bulan. Dalam misi ini, para astronaut akan menguji coba proses docking antara pesawat ruang angkasa Orion dengan lunar lander di orbit rendah Bumi atau Low Earth Orbit LEO. Awak misi Artemis III akan diluncurkan dari Florida menggunakan kapsul Orion, wahana antariksa yang sama dengan yang digunakan dalam misi Artemis II yang berhasil melintasi Bulan pada April lalu.
Manajer Program Artemis Jeremy Parsons menjelaskan tahapan misi secara rinci. Orion akan bertambat terlebih dahulu dengan Blue Moon milik Blue Origin selama dua hari untuk mengevaluasi sistem pendukung kehidupan di orbit. Setelah itu, Orion akan melakukan penambatan dengan Starship milik SpaceX selama satu hari tanpa kru memasuki kabin SpaceX, karena sistem pendukung kehidupan kendaraan tersebut masih dalam tahap pengembangan. Setidaknya satu sistem pendarat Bulan akan meluncur terpisah, meski belum diketahui apakah itu Starship milik SpaceX atau Blue Moon milik Blue Origin.
Jadwal dan Prospek ke Depan
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pengujian penambatan di orbit, misi Artemis III dijadwalkan menyudahi penerbangan dengan melakukan pendaratan di Samudra Pasifik. Para astronaut kini memiliki waktu sekitar satu tahun untuk menjalani pelatihan intensif sebelum jadwal peluncuran tahun 2027. Keberhasilan misi ini akan membuka jalan bagi pendaratan manusia di Bulan untuk pertama kalinya sejak misi Apollo terakhir pada 1972. Indonesia sebagai negara yang aktif dalam kerja sama antariksa internasional turut memantau perkembangan ini karena dampaknya terhadap riset dan teknologi di kawasan Asia Tenggara.