Ekonomi

Pemerintah Sebut Harga Pertamax Masih Lebih Murah dari Negara Tetangga

Pemerintah ungkap harga Pertamax masih lebih murah dari BBM nonsubsidi Filipina, Malaysia, dan Singapura meski sudah naik.

A
Admin
· 1 min read
Kenaikan harga Pertamax di SPBU Kota Blitar
Kenaikan harga Pertamax di SPBU Kota Blitar

Harga BBM Nonsubsidi Indonesia Tetap Kompetitif

Pemerintah menyatakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi di Indonesia masih lebih murah dibanding negara tetangga di Asia Tenggara. Pernyataan ini disampaikan setelah harga Pertamax dan Pertamax Green naik mulai Rabu 10 Juni 2026.

Pertamax (RON 92) naik dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter. Sementara Pertamax Green (RON 95) naik dari Rp 12.900 per liter menjadi Rp 17.000 per liter. Kenaikan ini sempat menuai protes dari sebagian masyarakat.

Namun berdasarkan data yang dirilis Sekretariat Kabinet, harga BBM nonsubsidi di Filipina, Malaysia, dan Singapura ternyata lebih mahal dibanding Indonesia. Kenaikan Pertamax sekaligus mendekatkan harga BBM lokal dengan standar harga internasional.

Pemerintah menjelaskan kenaikan harga Pertamax dilakukan untuk menjaga keberlanjutan keuangan PT Pertamina (Persero). Selama ini Pertamina menanggung beban subsidi silang yang cukup besar antara BBM bersubsidi dan nonsubsidi.

Analis energi menilai langkah pemerintah ini sebenarnya sudah terlambat. Selama ini harga BBM nonsubsidi Indonesia memang terlalu murah sehingga menciptakan distorsi pasar. Kenaikan ini diharapkan bisa mengembalikan harga ke tingkat yang lebih wajar dan berkeadilan.