Mata Uang Garuda Catatkan Penguatan Signifikan
Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.860 per dolar AS pada Jumat 12 Juni 2026 sore. Mata uang Garuda menguat 128,5 poin atau 0,71 persen dari perdagangan sebelumnya, menunjukkan momentum positif di pasar valuta asing domestik.
Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia melalui Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp17.921 per dolar AS. Mayoritas mata uang di kawasan Asia juga menghijau pada perdagangan hari itu.
Analis mengatakan penutupan rupiah menguat cukup tajam di tengah sentimen risk on di pasar global maupun domestik. Harapan tercapainya perdamaian antara AS dan Iran menjadi salah satu pemicu utama penguatan mata uang di kawasan emerging market.
Penguatan rupiah ini juga ditopang oleh stabilitas sistem keuangan domestik yang terjaga baik. Bank Indonesia terus memantau dinamika pasar untuk memastikan nilai tukar tetap bergerak sesuai fundamentalnya.
Bagi dunia usaha, penguatan rupiah menjadi kabar positif karena dapat menekan biaya impor bahan baku. Namun bagi eksportir, kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat menggerus nilai pendapatan dalam mata uang lokal.