Cek Kesehatan Gratis Bisa Deteksi Penyakit Hati
Kementerian Kesehatan mendorong masyarakat untuk memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang kini tersedia di puskesmas seluruh Indonesia. Salah satu manfaat penting dari program ini adalah deteksi dini risiko penyakit hati, termasuk perlemakan hati atau fatty liver yang semakin umum terjadi.
Penyakit hati sering disebut silent killer karena gejala baru muncul ketika kerusakan sudah parah. Melalui CKG, masyarakat bisa mengetahui kondisi fungsi hati mereka melalui serangkaian tes sederhana seperti SGOT, SGPT, dan ultrasonografi.
Penyakit Hati Mengancam Semua Usia
Data Kemenkes menunjukkan prevalensi penyakit hati di Indonesia terus meningkat. Gaya hidup modern seperti konsumsi makanan tinggi lemak dan gula, kurang olahraga, serta konsumsi alkohol menjadi faktor risiko utama. Fatty liver kini tidak hanya menyerang orang tua tapi juga usia produktif.
Yang mengkhawatirkan, banyak orang tidak sadar memiliki masalah hati karena tidak ada gejala berarti di tahap awal. Skrining rutin menjadi kunci untuk mendeteksi masalah sejak dini sebelum berkembang menjadi sirosis atau kanker hati.
Langkah Pencegahan
Menjaga kesehatan hati bisa dimulai dari pola hidup sehat. Kurangi konsumsi gula dan lemak jenuh, perbanyak sayur dan buah, olahraga teratur, dan hindari alkohol. Vaksinasi hepatitis B juga penting untuk mencegah infeksi virus yang bisa merusak hati.
Kemenkes menargetkan 70 persen populasi dewasa melakukan skrining kesehatan rutin setiap tahun. Program CKG di puskesmas bisa diakses gratis oleh seluruh warga yang terdaftar di BPJS Kesehatan.