Justice Collaborator Bongkar Dugaan Keterlibatan Pejabat di Program MBG
Eks Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sanjaya menjadi sorotan usai mengajukan diri sebagai justice collaborator untuk membongkar dugaan kasus korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil untuk mengungkap siapa saja yang terlibat dalam program unggulan presiden tersebut.
Pengacara Sony, Krisna Murti, mengungkapkan bahwa kliennya sudah menyetorkan 26 nama yang diduga terlibat dalam kasus korupsi MBG. Deretan nama tersebut sudah tercatat dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus.
Yang mengejutkan, Krisna menyebut bahwa mereka yang terlibat berasal dari berbagai lembaga negara, mulai dari eksekutif, legislatif, hingga yudikatif. Jumlah tersebut diperkirakan masih bisa bertambah karena baru sebagian saja yang diungkapkan.
Krisna juga mengklaim memiliki semua bukti komunikasi yang tercatat dalam ponsel Sony yang kini sudah disita oleh penyidik. Ia mendorong pihak berwenang agar bukti percakapan tersebut dibuka ke publik untuk transparansi kasus ini.
Dalam prosesnya, Krisna menyebut Sony mengalami tekanan baik secara langsung maupun dari orang-orang yang menghubunginya. Karena faktor itulah, Sony terpaksa memberikan izin pembukaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga bermasalah.
Sementara itu, Kejagung belum memutuskan apakah bakal menerima atau menolak pengajuan justice collaborator dari Sony. Proses hukum masih terus berjalan untuk mengungkap seluruh oknum yang diduga terlibat dalam kasus korupsi MBG ini.