Kesehatan

Susu Bikin Anak Obesitas? Begini Kata Profesor Tumbuh Kembang FKUI

Profesor FKUI jelaskan susu bukan penyebab utama obesitas anak. Yang penting adalah jenis, porsi, dan keseimbangan aktivitas.

A
Admin
· 2 min read
Ilustrasi anak minum susu dan obesitas
Ilustrasi anak minum susu dan obesitas

Kekhawatiran Orang Tua Tentang Susu dan Obesitas

Belakangan ini ramai perbincangan di kalangan orang tua mengenai hubungan antara konsumsi susu dengan risiko obesitas pada anak. Banyak yang bertanya-tanya apakah kebiasaan minum susu setiap hari justru bisa menyebabkan berat badan anak naik secara berlebihan. Pertanyaan ini dijawab oleh Profesor Tumbuh Kembang dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Profesor tersebut menjelaskan bahwa susu sebenarnya bukan penyebab utama obesitas pada anak. Yang lebih perlu diperhatikan adalah total asupan kalori harian dan keseimbangan antara energi yang masuk dengan energi yang dikeluarkan. Susu mengandung nutrisi penting seperti kalsium, protein, vitamin D, dan berbagai mineral yang diperlukan untuk pertumbuhan tulang dan gigi anak.

Jenis Susu yang Tepat untuk Anak

Yang menjadi masalah, menurut sang profesor, adalah jenis susu yang dikonsumsi. Susu dengan tambahan gula tinggi, susu kental manis, atau susu rasa yang mengandung pemanis buatan justru bisa berkontribusi pada kelebihan kalori. Anak-anak yang minum susu tinggi gula secara berlebihan tanpa diimbangi aktivitas fisik berisiko mengalami kenaikan berat badan.

Profesor FKUI menyarankan agar orang tua memilih susu plain atau susu rendah lemak untuk anak di atas usia dua tahun. Susu UHT tanpa rasa tambahan adalah pilihan yang lebih sehat. Kandungan gulanya jauh lebih rendah dibanding susu rasa cokelat atau stroberi yang beredar di pasaran.

Porsi dan Frekuensi yang Ideal

Selain jenis susu, porsi dan frekuensi juga penting. Kebutuhan susu anak berbeda-beda tergantung usia. Anak usia 1-3 tahun membutuhkan sekitar 2-3 porsi susu per hari, sementara anak usia 4-8 tahun sekitar 2 porsi. Satu porsi setara dengan 200-250 ml. Melebihi jumlah ini tanpa diimbangi aktivitas fisik memang berpotensi menyebabkan kelebihan kalori.

Penting juga untuk memperhatikan apakah anak mendapatkan nutrisi dari sumber lain. Susu bukan satu-satunya sumber kalsium. Ikan teri, tahu, tempe, sayuran hijau, dan kacang-kacangan juga kaya kalsium. Diversifikasi makanan justru lebih baik daripada mengandalkan susu semata.

Peran Aktivitas Fisik

Kunci utama mencegah obesitas pada anak bukanlah menghindari susu, melainkan menyeimbangkan asupan dengan aktivitas fisik. Anak-anak dianjurkan bergerak aktif setidaknya 60 menit setiap hari. Olahraga, bermain di luar rumah, dan membatasi screen time adalah langkah-langkah sederhana yang efektif.

Kesimpulannya, susu tidak membuat anak obesitas. Yang membuat obesitas adalah kelebihan kalori secara keseluruhan, baik dari susu, makanan ringan, atau minuman manis lainnya. Pilihlah susu yang tepat, perhatikan porsinya, dan pastikan anak cukup bergerak setiap hari.